Rumah Adat Tolaki Laikas dalam Kawasan Wisata Pulau Labengki
By Indra J Mae - May 22, 2016
Pulau Labengki sebelumnya dikenal sebagai salah satu wilayah penelitian dan konservasi biota laut khususnya populasi Kima atau kerang raksasa yang dikembangkan oleh sebuah lembaga swadaya Masyarakat, Toli-toli Labengki Giant Clam Conservation. Seiring dengan perkembangannya yang signifikan, Sejak tahun 2012, obyek wisata bahari Pulau Labengki mulai populer sebagai destinasi wisata alam, selam & snorkling. Panorama pantai pasir putih, air laut yang bening, terumbu karang dan lingkungan yang lestari, serta landscape yang mirip dengan Raja Ampat Papua, membuat pulau Labengki menjadi buruan baru bagi para penggemar travel.
Pihak pengelola mengembangkan fasilitas dan sarananya dengan sistem manajemen yang profesional. Berbagai kelengkapan properti pendukung dan fasilitas akomodasinya pun didatangkan untuk kemudian di kemas dengan mengutamakan konsep kearifan lokal khususnya sarana akomodasinya. Vila yang ditempatkan di beberapa titik, dibangun mengikuti komposisi pantai dan cerukan karang sehingga memiliki kesan natural, menyatu dengan alam, hangat dan romantis. Konsep alami terlihat mulai dari pemilihan setiap ornamen dan arsitekturnya yang menggunakan mayoritas material berbahan kayu maupun rotan. Berlokasi di tengah cerukan karang, dibalik hamparan pemandangan bukit karang nan rindang dan bentangan pasir putih.
Penerapan konsep rumah adat Laikas di labengki, disesuikan dengan kontur alam yang dominan pebukitan karang. Desainnya cenderung kontemporer dimana ornamen alami seperti bebatuan bahkan batang pohon besar disatukan dengan tubuh bangunan menjadi interior pelengkap. Desainnya dibuat tanpa merusak komposisi alaminya sehingga menambah kesan uniknya.
Pengembangan wisata bahari di pulau Labengki didukung berbagai fasilitas modern yang sudah disesuaikan dengan standar universal. Selain akomodasi yang lengkap dan unik, juga terdapat taman anggrek alami dan berbagai properti permainan lainnya.
Indonesia mempunyai lebih dari 6.000 jenis anggrek dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan spesies anggrek terbanyak dan terlengkap di dunia. Tidak hanya itu jenis anggrek di Indonesia juga merupakan jenis anggrek terindah dan terlangka didunia.
Di pulau Labengki Sulawesi tenggara, terdapat beberapa habitat anggrek langka tumbuh subur menyebar di setiap permukaan bebatuannya. Hampir setiap sudut pulau dipenuhi tanaman anggrek ini setiap bulan Maret.
Bagi para pecinta tanaman Anggrek, kawasan ini tentunya menawarkan pesona yang eksotis.
Pulau Labengki, Duplikasi Raja Ampat di Sulawesi tenggara
By Indra J Mae - February 11, 2016
Pulau Labengki terletak di kec. Lasolo Desa Labengki Kabupaten Konawe Utara Prov. Sulwesi Tenggara. Keindahan bawah lautnya menakjubkan dipenuhi hamparan karang-karang dengan habitat alami yang terjaga dengan baik. Kawasan ini adalah surga bagi para pecinta dan petualang bahari.
Di kawasan ini juga merupakan area konservasi habitat laut khususnya kerang raksasa yang dinamakan Kima. 7 jenis Kima yang ada di dunia terdapat di kawasan ini, bahkan ada 2 spesies baru yang ditemukan berdasarkan hasil riset ilmuwan dari Australia. Baca http://www.kabarkami.com/kandidat-spesies-kerang-raksasa-baru-di-taman-laut-toli-toli.html
Referensi : Toli-toli Labengki Giant Clam Conservation
For information, visit : http://www.sulawesi-experience.com/labengki-tour-snorkeling-trip.html
Setelah sekian tahun wilayah dataran tinggi di Mallawa, kabupaten Maros ini akhirnya kembali diselimuti kabut tebal. Menurut penduduk setempat, kabut tebal kembali mulai menyelimuti setiap pagi dan sore sejak bulan November tahun 2015 lalu. Kawasan Mallawa ini terletak di kecamatan Camba yang memang terletak didataran tinggi kabupaten Maros dikelilingi pegunungan batu karst.
Hal ini dimungkinkan lantaran masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya pelestarian alam. Penebangan liar yang sebelumnya merajalela kini mulai berkurang dan dipantau langsung oleh masyarakat sendiri.
take picture by iPhone 4.
Danau Matano adalah salah satu keindahan alam Sulawesi Selatan yang menakjubkan, terletak di Sorowako, Kabupaten Luwu timur, berjarak 620 kilometer dari kota Makassar. Danau matano memiliki luasan perairan yang membentang sampai ke wilayah Sulawesi Tengah dan merupakan bagian dari danau Mahalona dan danau Towuti. Pada tanggal 17 April 1979, Kementerian Pertanian menunjuk kawasan Danau Matano, Mahalona dan Towuti menjadi kawasan konservasi Taman Wisata Alam dengan nama Taman Wisata Alam Danau Matano, Taman Wisata Alam Danau Mahalona, dan Taman Wisata Alam Danau Towuti. Panorama alamnya mempesona dan menjadi habitat alami dari beberapa jenis fauna sehingga nampak alami dan natural.
Kawasan danau Matano merupakan perwakilan formasi ekosistem danau tektonik dan merupakan danau terdalam di kawasan Asia Tenggara dengan kedalaman kurang lebih 590 m. Habitat alaminya terdiri dari 13 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi dan tempat berkembangbiaknya berbagai fauna endemik antara lain Anoa quarlesi, Babyrousa babirussa, Sus celebensis, Strigocuscus celebensis, Rhyticeros cassidix, Penelopides exarhatus, dan lain sebagainya.
Sejak tahun 80-an, Danau Matano dilestarikan khusus oleh pemerintah dengan dukungan penuh perusahaan setempat. Selain lingkungannya yang bersih dan asri, fasilitas dan sarananya lengkap dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan wisata air yang dapat juga dipadukan dengan kegiatan wisata minat khusus.
Luas area maksimum danau Matano seluas ± 16.408 ha pada elevasi 382 m dpl. Sumber air danau berasal dari beberapa mata air dan catchment area di sekitarnya yang masuk ke dalam danau melalui 10 sungai/anak sungai. Variasi level air tahunan ± 56 cm pada musim penghujan dan musim kemarau, dengan variasi volume air tahunan ± 92 Juta m3. Produksi ikan dari danau ini ± 6,5 kg/ha/tahun. Danau Matano merupakan habitat dari ± 76 % dari 27 jenis moluska air tawar endemik di Sulawesi. Buaya Crocodylus porosus dan Soa-soaHydrosaurus amboinensis serta 13 jenis ikan air tawar endemik merupakan penghuni Danau Matano yang dapat dengan mudah dijumpai. Enhydris matannensis merupakan jenis ular air tawar yang hidup di danau ini.
Hutan kawasan danau Matano di dominasi oleh jenis-jenis pepohonan yang tinggi dan jenis-jenis perdu. Pada beberapa bagian kawasan terdapat hamparan padang yang ditumbuhi oleh rerumputan (Poaceae) dan merupakan habitat Cervus timorensis.
Inilah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang masih kental dengan tradisi Makassar tradisionalnya. Kabupaten Jeneponto berjarak 75 km dari kota Makassar dengan membentang meliputi daerah lereng gunung dan wilayah pesisir pantai dengan luas kurang-lebih 706,52 Km2. Daerah dataran tinggi lereng pegunungan di bagian utara berada pada ketinggian 500m s.d. 1.400m dml (dari muka laut), bagian tengah antara 100m s.d. 500m dml, sedangkan dataran rendah di pesisir selatan berada pada ketinggian 0 s.d. 100m dml.
Kabupaten Jeneponto banyak memiliki potensi alam terutama agrikultur dan perikanan. hasil laut berupa rumput laut sangat melimpah. Hanya di kabupaten ini orang bisa menemukan industri garam lokal yang di produksi secara besar-besaran.
Jeneponto sangat identik dengan kuda, hampir semua warganya memelihara binatang ini sebagai pendukung aktifitas khususnya untuk pertanian. Selain itu, kuda juga merupakan salah satu pendukung konsumsi pada saat tertentu.
Malino terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa Sulsel, 90 km arah selatan kota Makassar. Daya tarik alamnya penuh pesona luar biasa dengan hutan wisata, berupa pohon pinus yang membentang luas di antara bukit dan lembah. Perjalanan dari kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar 2 jam dan melintasi deretan pegunungan dan lembah hijau, Hawanya sejuk dan asri.
Malino memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam, berbagai jenis tanaman yang indah, tumbuh dan berkembang subur di kawasannya. Malino pun menghasilkan beraneka macam hasil agrokultur seperti buah-buahan dan sayuran. Suhu di kota Malino ini mulai dari 10°C sampai 26°C sehingga kadang kawasannya sering diselimuti kabut tebal. Sebagian masyarakat Sulsel masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat.






























.jpg)










.jpg)
