Fakta unik dari pembuatan film Rantemario adalah mungkin satu-satunya film layar lebar genre petualangan di Indonesia sampai saat ini yang melakukan proses produksi langsung dilokasi tanpa menggunakan tehnik rekayasa "green screen" atau merekayasa lokasi seperti yg dilakukan film pendahulunya yaitu 5 cm. Hingga saat ini pun belum ada PH yg berani mengemas film sejenis sampai akhirnya film Rantemario diproduksi.
75 orang kru produksi dan 35 kru lokal terlibat berjibaku dalam proses produksi film disepanjang ekstremnya jalur pendakian gunung Latimojong hingga puncak Rantemario, puncak tertinggi di pulau Sulawesi dan tertinggi ke 5 di Indonesia.
Melalui film ini, banyak hal yang harus disampaikan kepada semua orang bahkan dunia, tentang segala bentuk ketimpangan sosial yang terjadi dan terabaikan. Sesuatu yang harus kita pahami di proyek film Rantemario adalah ini bukan sekedar film belaka, bukan sekedar utk melihat peluang profit semata.
Film Rantemario ini adalah salah satu bentuk mediasi untuk memastikan proteksi ribuan hektar tanah ulayat, jutaan pepohonan, puluhan biota langka, puluhan endemik dan hak masyarakat adat khususnya Massenrengpulu. Itu View of point-nya. Nilai-nilai sosial yang mestinya merdeka.
Film Rantemario adalah bahan kami untuk mengajak pembuat kebijakan agar lebih fokus menjaga aset alam dan peradaban yang ribuan tahun hidup damai dan lestari disana. Jadi, dengan niat misi tersebut, kami akan terus berjuang untuk merealisasikannya. Apapun caranya. Dan sampai kapan pun.
Mau tahu bagaimana gunung ini bisa bersenyawa dengan kisah drama "roman" era 90-an yg menyayat hati? Tunggu dia di bioskop or where ever you find it...
Cafe alami dalam kawasan Kete Lesu
Aksesoris budaya terpajang disetiap dinding cafe.
Lapak-lapak UMKM yang memajang hasil karya seni masyarakat setempat.
Saya menemukan kopi Toraja yang sebenar-benarnya di cafe lokal Toraja Utara ini. Namanya Toraja Art Coffee. Sebuah tempat dimana kopi Toraja yang sesungguhnya diramu bersenyawa dengan seni. Cita rasa kopi khas Sapan premium akhirnya bisa saya nikmati dengan puas. Selain cita rasa kopi berkualitas, tempatnya pun nyaman dan adem. Di cafe inilah banyak hal yang bisa kita ketahui tentang seluk beluk kopi Toraja. Asal tahu saja, kopi Toraja yang selama ini dikonsumsi umumnya sudah bukan kopi Toraja asli.
Baca selengkapnya : https://cahayaditama.blogspot.com/2022/09/menakar-racikan-kopi-dan-seni-di-toraja.html

























































