Skip to main content

Surga Penyu di Pulau Liukang Bulukumba


Penangkaran serta pembiakan penyu di pulau Liukang, Bulukumba Sulawesi Selatan, dilakukan warga setempat selama hampir 7 tahun. Awalnya aktifitas penangkaran hanya swadaya masyarakat dan lembaga masyarakat kemudian perlahan-lahan pengelolaannya dikembangkan bersama LSM dan pemerintah.
Penangkaran penyu ini ditempatkan dipinggiran pulau Liukang dengan memanfaatkan lingkungan laut yang masih bersih dan belum terkontaminasi sehingga bisa memberi keleluasaan bagi penyu untuk berkembang biak secara alami dan sehat. Puluhan penyu hasil penangkaran tersebut hidup dalam pengawasan masyarakat setempat.


Penangkaran penyu ini ditempatkan dibeberapa restoran pantai sederhana yang juga merupakan swadaya masyarakat dan menjadi salah satu objek pariwisata Bukukumba yang menyenangkan. Selain wisatawan domestik, banyak turis asing datang untuk menikmati penangkaran penyu di pulau Liukang ini. Penyu-penyu itu sangat akrab dengan pengunjung dan menjadi teman bermain dalam air.

Penangkaran pulau Liukang juga menjadi salah satu objek pariwisata yang menarik wisatawan dari luar negeri, mereka kagum dengan penyu-penyu yang sangat jinak dan bisa diajak berenang bersama.



Comments

Popular posts from this blog

Suku Wana, Suku Pedalaman Hutan Morowali Sulawesi Tengah

Suku Wana sering disebut juga dengan Tau Taa Wana yang berarti "orang yang tinggal di hutan". Namun mereka juga suka menyebut diri sebagai Tau Taa, atau "orang Taa". Suku Wana berbicara dalam bahasa Taa.

Suku Wana atau suku To Wana ini termasuk suku tertua di Sulawesi, diduga termasuk salah satu suku pertama yang menghuni daratan Sulawesi, yang telah ada di Sulawesi sejak 8000 tahun yang lalu pada zaman Mezolithicum. Sebelum sekarang mendiami kawasan Pegunungan Tokala, nenek moyang orang Wana berasal dari sekitar Teluk Bone.

Suku Wana adalah penduduk asli di kawasan Wana Bulang yang berada di wilayah kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pemukiman mereka pada umumnya ditemukan berada di kecamatan Mamosolato, Petasia, dan Soyojaya, dan tedapat juga di wilayah pedalaman di kabupaten Luwuk Banggai. Mereka hidup dari hasil hutan, ladang berpindah-pindah dan berburu.
Populasi suku Wana ini diperkirakan hanya 400 orang saja.
Baca selengkapnya : http://www.kabarkami.com/suku-…

Makhluk Misterius Penjaga Lembah gunung Bawakaraeng Lompobattang

Keberadaan tentang adanya makhluk gaib yang dianggap "penjaga" dalam suatu wilayah tertentu menjadi salah satu keyakinan masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil. Kendati tidak bisa dibuktikan secara logis, namun hal gaib selalu menarik untuk dikisahkan sebagai pelengkap literatur masyarakat tradisional. Kisah-kisahnya menjadi warisan turun temurun dalam kultur sosial masyarakat adat lantaran daya tarik mistisnya mampu menciptakan identifikasi tradisi yang unik.  

Lengkese,  adalah nama sebuah desa di pelosok lereng pegunungan Bawakaraeng, kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Kawasan desa Lengkese hijau dan asri dengan pemandangan hamparan sawah dan hutan rimbun berpagar tebing-tebing alam yang menjulang tinggi. Alam pegunungannya menakjubkan. Sebelumnya desa ini pernah diluluhlantakkan tragedi longsor gunung Bawakaraeng tahun 2003 silam. namun dalam kurun waktu 10 tahun, desa ini sudah kembali normal. Kawasannya kembali hijau dan hutan pun semakin rimbun.


Te…

Pesta Ritual Gantarangkeke, Bantaeng

Ritual pesta adat warga Kecamatan Gantarangkeke, Kecamatan Bantaeng, atau yang disebut Pa'jujukang ini merupakan agenda tahunan setiap pertengahan Bulan Sya'ban, menyambut bulan Suci Ramadan.

Setiap tahun pesta ritual ini dihelat, ribuan warga berdatangan dari berbagai penjuru Bantaeng bahkan dari seluruh nusantara. Pesta adat yang dipusatkan di Desa Dampang, Kecamatan Gantarangkeke tersebut adalah warisan dari budaya Makassar kuno. Gantarankeke dikenal sebagai tanah Toa (tanah tua/leluhur) bagi suku makassar. Di wilayah ini dulunya dijadikan sebagai tempat bertemunya para pemimpin dan tokoh adat dari empat penjuru angin untuk saling menjaga hubungan dengan mengadakan pesta. Itulah mengapa di Gantarangkeke ini masih tersimpan pusaka-pusaka tertua yang masih tersimpan dengan baik.

Ritual ini lestari dan terus dilaksanakan hingga muncul gerakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) pimpinan Kahar Muzakkar yang kebetulan masuk ke pedalaman Bantaeng, termasuk ke wilayah Ganta…